Sabtu, Agustus 08, 2009

Factors that May Affect Compliance of DM Therapy

ESO OAD

Tetanus, Overview (Part I)

image Tetanus is an acute, often fatal, disease caused by an exotoxin produced by the bacterium Clostridium tetani. It is characterized by generalized rigidity and convulsive spasms of skeletal muscles. The muscle stiffness usually involves the jaw (lockjaw) and neck and then becomes generalized.

C. tetani is a slender, gram-positive, anaerobic rod that may develop a terminal spore, giving it a drumstick appearance. The organism is sensitive to heat and cannot survive in the presence of oxygen. The spores, in contrast, are very resistant to heat and the usual antiseptics. They can survive autoclaving at 249.8°F (121°C) for 10–15 minutes. The spores are also relatively resistant to phenol and other chemical agents.

Clinical Features. The incubation period ranges from 3 to 21 days, usually about 8 days. In general the further the injury site is from the central nervous system, the longer the incubation period. The shorter the incubation period, the higher the chance of death. In neonatal tetanus, symptoms usually appear from 4 to 14 days after birth, averaging about 7 days.

The disease usually presents with a descending pattern. The first sign is trismus or lockjaw, followed by stiffness of the neck, difficulty in swallowing, and rigidity of abdominal muscles. Other symptoms include elevated temperature, sweating, elevated blood pressure, and episodic rapid heart rate. Spasms may occur frequently
and last for several minutes. Spasms continue for 3–4 weeks. Complete recovery may take months.

Complications. Laryngospasm (spasm of the vocal cords) and/or spasm of the muscles of respiration leads to interference with breathing. Fractures of the spine or long bones may result from sustained contractions and convulsions. Hyperactivity of the autonomic nervous system may lead to hypertension and/or an abnormal heart rhythm.

See Laboratory Diagnosis and Medical Management at Next Part.

Need comments!

Just For New Graduate (Part 3) & For All MD

image Setelah TS menyelenggarakan praktik kedokteran dengan SIP, maka kewajiban berikutnya adalah mengumpulkan poin atau Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Kenapa kita harus mengumpulkan SPK? SKP kita kumpulkan selama 5 tahun sejak STR diterbitkan. SKP ditujukan untuk proses resertifikasi. Dalam 5 tahun TS harus mendapatkan SKP minimal 250 untuk dapat melakukan resertifikasi, dan memperoleh STR baru (untuk 5 tahun berikutnya).

Bagaimanakah cara memperoleh SKP? Klik link berikut “P2KB (CPD), Apaan Sich ? (Penting!)”

Semoga bermanfaat.

Need comments!

Jumat, Juli 24, 2009

Just For New Graduate (Part 2)

Setelah memaparkan proses kelulusan TS dalam menempuh pendidikan dokter pada artikel bagian pertama (Part 1), pada kesempatan ini saya menyampaikan informasi mengenai kewajiban dokter di Indonesia. Semoga dapat membantu.

  • Dokter di Indonesia, jika ingin melakukan praktik kedokteran harus memiliki Surat Ijin Praktek (SIP). SIP diperoleh setelah TS memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). STR diperoleh setelah TS mendapatkan Sertifikat Kompetensi. Sertifikat Kompetensi diperoleh setelah TS lulus dalam Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Klik link berikut untuk mengetahui pentingnya TS memiliki SIP dalam menyelenggarakan praktik kedokteran “Sudahkah TS memiliki SIP?”
  • UKDI adalah tes yang diselenggarakan oleh Komite Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia (KBUKDI), sebagai dasar untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi akan dikeluarkan oleh Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia. Klik link berikut untuk mengetahui seluk beluk UKDI “Tips Mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia”
  • STR dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan Sertifikat Kompetensi yang TS sudah miliki. TS akan mendapatkan STR asli 1 lembar, dan Copy STR 3 lembar (yang sudah dilegalisir). 3 copy STR akan TS gunakan untuk mendapatkan SIP di 3 tempat praktek. (Berdasarkan UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, seorang dokter hanya boleh membuka 3 tempat praktik di seluruh wilayah Indonesia)
  • SIP adalah surat ijin yang diberikan dinas kesehatan kab/kota setempat. Untuk mendapatkannya diperlukan 2 syarat utama, yaitu STR dan rekomendasi IDI. Syarat lainnya tergantung dikes kab/kota masing-masing. SIP diperlukan bagi seluruh dokter yang menjalankan praktik kedokteran (mis. dokter praktek pribadi, swasta, PNS, residen)

Dengan memiliki SIP, TS akan memiliki dasar hukum untuk menjalankan praktik kedokteran.

STR dan SIP berlaku selama 5 tahun, dan untuk memperbaharuinya diperlukan proses resertifikasi.

  • Untuk mendapatkan rekomendasi IDI, TS harus menjadi anggota IDI. Untuk pertama kali TS dapat mendaftarkan diri di IDI cabang manapun, karena keanggotaan IDI bersifat fleksibel, dan dapat berpindah-pindah jika TS berpindah tempat kerja.
  • Untuk sementara, berakhir sudah proses yang harus TS lalui untuk dapat menjalankan praktik kedokteran secara LEGAL.

Baca “Just For New Graduate (Part 3)” Tentang P2KB (CPD)

Need comments!

Indication and Dosage of Lanzoprazole

Sumber: Benofarm PC

Positive Parenting Tips for Healthy Child Development - Infants (0-1 year old)

image

Sumber: CDC

Selasa, Juli 14, 2009

Just For New Graduate (Part 1)

image Artikel ini saya tulis khusus untuk TS yang baru menyelesaikan pendidikan dokter pada tahun 2009 ini (khususnya FK Unud). Artikel ini memuat langkah-langkah yang akan TS tempuh setelah menjadi seorang dokter. Semoga tulisan ini dapat membantu.

  • Setelah TS menyelesaikan bagian/lab terakhir, maka TS akan mengikuti pembekalan Pelatihan Pra Dokter (PPD). Menurut pengalaman saya, pembekalan PPD lebih ke arah membuka wawasan TS tentang masa depan seorang dokter (menyusun rencana ke depan sesuai dengan keinginan TS). Materi pembekalan PPD hanya sedikit yang dibahas.
  • Setelah mengikuti pembekalan PPD selama 1 minggu, TS akan mengikuti PPD (KKN) selama 1 bulan. Menurut saya, PPD cukup menyenangkan (dinikmati saja), anggap saja refreshing. Tugas-tugasnya hampir mirip dengan PPKK, jadi saya rasa tidak ada kesulitan yang berarti bagi TS untuk membuat laporan kegiatan pribadi dan kelompok.

PPD adalah bagian yang wajib diikuti oleh dokter muda, karena PPD merupakan bagian dari Kepanitraan Klinik Madya yang harus diikuti oleh dokter muda. Lihat buku kuning (KKM), PPD masuk dalam siklus dengan beban 5 SKS.

Ikuti PPD dengan baik, karena berdasarkan pengalaman nilai PPD akan meningkatkan indeks prestasi (5 SKS !!!!!)

  • Setelah TS menyelesaikan kewajiban PPD, barulah TS disebut telah menyelesaikan pendidikan dan siap untuk dilantik dan diwisuda.
  • Pelantikan akan diselenggarakan oleh fakultas, dimana TS akan menggunakan pakaian nasional (pria jas, wanita kebaya) untuk diambil sumpah dokter.
  • Wisuda akan diselenggarakan oleh universitas, dimana TS akan menggunakan toga (sudah termasuk di dalam biaya wisuda) untuk diberikan ijazah dokter.
  • Dengan demikian, secara resmi TS telah dilepas oleh universitas untuk kembali ke masyarakat.

Baca “Just For New Graduate (Part 2)” Tentang UKDI, STR, SIP, & IDI

Need comments!

Kirim artikel ini ke teman Anda .....